Jumat, 04 Desember 2015

-



penghujan datang dengan senang
menjejali wajahku dengan airnya
aku suka menangis di hari hujan
itu menjadi rahasia kami

aku suka menangisi hal-hal kecil
entah untuk apa
barangkali untuk memuaskan perasaanku
yang terlalu kecil tentunya

barangkali juga untuk memuaskan hasrat pengetahuanku
atau memuaskan batinku

ya, hidup memang seperti mengupas bawang
aku masih berada di kupasan seratus
di antara satu juta kupasan
menyakitkan

hari-hari ini aku semakin sering mengeluh
tentang apapun yang otakku tak bersedia menerima
oh! menerima
harus menerima setiap kupasan tentunya

aku membedakan diriku dengan mereka
yang jelas-jelas sudah berbeda
aku kian mewarnai tulisan dengan segala keintelektualan
membumbui kata dengan segala ketidak-mengertian
membahasakan bahasa yang susah
disisipi kata baku yang entah gunanya apa
aku suka pamer dalam tulisan
disertai rasa kemanusiaan tinggi
guna mengejutkan mereka tentunya

aku mulai sering berbelanja ke toserba sinis
membawa keranjang makian
berisi ocehan
yang bobotnya melebihi berat badanku
kemudian aku kehilangan identitas
kita hanya memperjuangkan ilusi dari paradoks
seperti saat ini
aku tetap hangat dalam dinginnya hujan
yang berisi mereka dalam aku
aku adalah mereka