Rabu, 26 April 2017

평화로운 장소 #1


Malam ini adalah malam musim dingin pertamaku di Seoul
walau dalam beberapa hari lagi ini akan berlalu
Aku masih bisa mencium bau salju bahkan dari dalam kamarku
dari jendela kulihat butiran kristalnya turun dari langit
Jariku bahkan tak bergerak menghadapi -4 derajat
Ah, aku tak sabar ingin segera melihat musim semi
Aku menantinya, cherry blossom
Musim semi mengoyak hati
dan mengingatkanku pada teman-temanku
terdengar sangat emosional
Tapi ternyata tak punya arti apa-apa

Satu hari aku pergi ke sebuah taman
bernama Lake Park yang berada di daerah distrik Ilsan
Disana aku bertemu pandang dengan seorang lelaki
dengan senyum yang sangat lebar
Matanya membesar saat melihatku telanjang kaki
Berjalan tanpa rasa bersalah
dan sebotol bir ditanganku
Kami hanya saling menunduk, menunjukan hormat
Meskipun aku tahu, dia memandangku tepat di kepalaku
Tapi lagi-lagi itu tak berarti apa-apa

Namanya 정호석 , Jeong Ho Seok
Atau setidaknya begitulah dia memperkenalkan dirinya
Aku tak tahu benar apa alasan dia memperkenalkan dirinya
dia hanya bertanya "Mengapa kamu berjalan tanpa alas kaki?"
Aku tak pernah menjawabnya sampai hari ini
Pertemuan kami 
Pertanyaannya
dan aku yang tak pernah menjawabnya
Segalanya menjadi misteri bagi takdir
Bagi waktu, itupun tak berarti apa-apa

Lusa setelahnya
Aku pergi berkeliling
Temanku menyarankan sebuah tempat
Padang ilalang yang selalu aku impikan
Sebuah reclaimed land di daerah Hyeong Do, Hwaseong
Ini seperti surga
Mataku berkaca setelah aku menapakkan kakiku
Aku bahkan tak percaya dengan apa yang sedang kusaksikan
Tempat ini terlalu indah untuk berada di Bumi
Disanalah aku menyadari, bahwa luka selalu ada
bahkan hanya untuk sebuah tempat
Luka selalu ada bersamaku, di dalam hati
mungkin tak akan pernah sembuh walau waktu memakannya
Tetapi sekali lagi, itu tak pernah berarti apa-apa

Aku akan tetap menyimpannya
dan membiarkannya tetap begitu
Namun, hari ini, sekarang
Aku bahagia.

Meskipun itu, tak berarti apa-apa.